Juventus Angkat Trofi Coppa Italia

Juventus berhasil menjuarai turnamen Coppa Italia usai mengalahkan Lazio dengan skor akhir 2-0. Gelar Coppa ini dianggap sebagai gelar pembuka sebelum Il Bianconeri nanti meresmikan gelar juara Serie A musim ini. Setelah itu, pada 3 Juni mendatang Gonzalo Higuain dan kawan-kawan juga akan menjalani laga penentuan final Liga Champions kontra Real Madrid.

Kemenangan Juventus dalam turnamen domestik ini sekaligus menjadikan mereka satu-satunya tim yaang mampu menjuarau Coppa Italia selama tiga musim beruntun. Hingga saat ini, Tim Nyonya Tua terhitung telah memenangkan Copa sebanyak 12 kali. Mereka berhasil menungguli AS Roma yang berada di tempat kedua dengan perolehan 9 kali juara dan Inter Milan di urutan tiga dengan 7 kali juara.

Kedua gol kemenangan La Vecchia Signora dicetak oleh Daniel Alves dan Leonardo Bonucci masing-masing pada menit ke-12 dan menit ke-24. Sejak bergabung dengan Juventus, Alves memang kerap berhasil menunjukan performa terbaiknya. Dan lima laga terakhirnya bersama Juventus menjadi bukti bahwa mantan pemain Barcelona ini sedang berada dalam puncak performanya saat ini.

Juara Coppa Tiga Kali Beruntun

Ekspresi kebahagiaan Juventus meraih gelar Coppa
Ekspresi kebahagiaan Juventus meraih gelar Coppa

Juventus berhasil mengubur mimpi Lazio untuk mengangkat piala Copa Italia musim ini. Skuad Massimiliano Allegri sukses menjadi juara untuk yang ketiga kalinya secara beruntun usai menang dua gol tanpa balas atas Biancoceleste. Daniel Alves dan Leonardo Bonucci adalah dua pemain yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Ini merupakan pencapaian awal Juventus menjelang treble musim ini.

Pertandingan berjalan cukup ketat sejak menit pertama. Lazio hampir saja unggul lebih dulu Keita Balde Diao pada menit ke-6. Bola hasil tendangan Diao hanya berhasil membentur tiang setelah sebelumnya sempat mengenai tangan kanan dari Andrea Barzagli. Enam menit kemudian, kali ini giliran Daniel Alves yang membuat Bianconeri unggul. Menyambut umpan silang Alex Sandro dari sisi kiri lapangan, Alves berhasil melepaskan tendangan first time yang tak mampu dihalau Thomas Strakosha.

Lazio terpaksa kehilangan Marco Parolo pada menit ke-21. Parolo mengalami cedera yang kemudian memaksanya untuk ditarik keluar lapangan dan digantikan oleh Stefan Radu. Tak lama berselang masuknya Radu, Juventus malah berhasil menambah keunggulannya lewat aksi Leonardo Bonucci. Memanfaatkan sepak pojok Paulo Dybala, Alex Sandro menyundul bola ke arah gawang Lazio namun masih bisa dihalau. Bonucci yang berada di posisi bebas langsung menyambar bola untuk membuat kedudukan menjadi 2-0.

Alves Jadi Pahlawan Juventus

Daniel Alves yang mencetak gol pertama
Daniel Alves yang mencetak gol pertama

Keberhasilan Juventus meraih gelar juara Coppa Italia musim ini tidak lepas dari kontribusi sang wingback, Daniel Alves. Performa apik  Alves bersama Juventus dalam beberapa laga terakhir ini memang bisa dibilang sangat berpengaruh bagi kesuksesan Tim Nyonya Tua. Selama satu musim ini, Alves total telah mencetak enam gol dan enam assist dalam total 31 laga.

Yang menjadikan ini lebih menakjubkan adalah tiga dan dua dari total enam goldan assist  tersebut dibuat dalam lima laga terakhirnya bersama Il Bianconeri. Dan yang lebih fantastis adalah dalam dua pertandingan semifinal Liga Champions melawan Monaco, Alves mencetak dua assist pada leg pertama dan satu gol pada leg kedua. Melihat catatan ini, tak heran jika Alves menjadi sorotan.

Sementara itu pelatih Lazio, Simone Inzaghi mengaku bahwa  Juventus pantas menjadi juara. Bukan berarti para anak asuhnya bermain buruk, Inzaghi mengaku bahwa tim asuhannya hanya kurang beruntung dan kebetulan Juventus  juga bermain dengan sangat baik. Dalam sebuah wawancara usai pertandingan Inzaghi pun mengungkapkan:

“Lawan kami adalah finalis Liga Champions. Malam ini, mereka menghadapi Lazio yang memberikan perlawanan, tapi sedang sial. Di babak pertama, ada handball yang membuat bola mengenai tiang. Itu bisa mengubah jalannya laga. Sebuah final ditentukan oleh insiden-insiden seperti itu. Malam ini, faktor tersebut tidak berpihak pada kami.” ujar Inzaghi.

Roma Bantai Juventus di Olimpico

Juventus gagal memastikan gelar juara Serie A mereka musim ini usai kandas di tangan AS Roma dengan skor akhir 3-1. Dalam laga yang berlangsung dini hari tadi, Roma berhasil mencegah Bianconeri berpesta lebih awal atas gelar musim ini di hadapan para pendukung mereka di Stadion Olimpico.

Meski berhasil menang, Roma justru sempat tertinggal lebih dulu lewat Mario Lemina. Namun para punggawa Giallorossi segera bangkit dan alhasil sukses membalas dengan tiga gol masing-masing dari Daniele De Rossi, Stephan El Sharawy dan Radja Nainggolan. Berkat kemenangn ini, kini Roma sukses menyalip Napoli dari posisi kedua.

Bagi Juventus, kekalahan dini hari tadi sebenarnya bisa berarti sebuah peringatan untuk tidak lengah meskipun telah memimpin puncak klasemen. Sebab dengan dua pertandingan tersisa, banyak kemungkinan yang bisa terjadi jika Bianconeri lengah. Sebab Roma di posisi dua hanya memiliki selisih dua poin dari mereka.

Sempat Tertinggal Lebih Dulu

Roma Bantai Juventus di Olimpico
Gol Radja Nainggolan yang ‘mengunci’ kemenangan AS Romaa

Bermai di hadapan publik Olimpico, Roma langsung tampil menggebrak sejak babak pertama bergulir. Namun sayang, mereka justru harus tertinggal lebih dulu lewat gol Mario Lemina pada menit 21. Berawal dari umpan panjang Stefano Sturaro, Gonzalo Higuain meneruskan tersebut kepada Lemina yang akhirnnya menyelesaikannya dengan gol.

Keunggulan Bianconeri hanya bertahan tidak sampai lima menit. De Rossi berhasil menyamakan kedudukan empat menit kemudian usai mencocor bola hasil rebound yang ditepis Gianluigi Buffon. Semua berawal dari sundulan Antonio Rudiger yang meneruskan tendangan sepak pojok. Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Roma semakin gencar menyerang. Alhasil pada menit ke-56 mereka sukses membalikan keadaan lewat gol El Shaarawy. Berawal dari through-pass Nainggolan, Shaarawy melakukan penetrasi ke area pertahanan Juve untuk kemudian melancarkan tembakan ke arah tiang jauh yang dijaga Buffon setelah sebelumnya menyentuh anggota tubuh salah satu pemain Juventus.

Tidak sampai sepuluh menit, Roma menegaskan dominasi mereka atas Si Nyonya Tua lewat gol Radja Nainggolan di menit ke-65. Menerima assist Mohamed Salah, Nainggolan yang lolos dari jebakan offside melepas tembakan yang tak mampu dihadang Buffon menjadi gol. Skor 3-1 untuk kemenangan tuann rumah pun bertahan hingga peluit akhr dibunyikan.

Dua Rekor Baru Tercipta di Laga Roma vs Juve

Daniele De Rossi cetak gol dalam tiga laga terakhirnya secara beruntun
Daniele De Rossi cetak gol dalam tiga laga terakhirnya secara beruntun

Selain come back fantastis AS Roma, ada lagi yang membuat pertandingan di Olimpico menjadi spesial pada dini hari tadi. Hal tersebut adalah rekor gol dalam tiga laga beruntun yang disetak oleh Daniele De Rossi dan Penampilan ke 450 Gianluigi Buffon bersama Juventus di Serie A.

Rekor pribadi tersebut cukup spesial bagi De Rossi, pasalnya sang pemain bukanlah tipikal pemain yag bermain sebagai goal getter, melainkan sebagi gelandang bertahan sebagai penyeimbang tim. Raihan gol De Rossi diawali ketika Roma menyerah 1-3 dari Lazio, lalu ketika mereka menghabisi AC Milan 4-1 serta yang terakhir adalah dinihari tadi.

De Rossi mengaku bahwa performa impresif para punggawa Serigala Ibukota  tidak lepas dari peran para suporter mereka. “Fans bereaksi dengan baik. Saya tak ingin terlihat menyedihkan saat para fans datang ke setiap pertandingan. Ini adalah atmosfer terbaik sepanjang masa. Kami menang untuk mereka dan terima kasih kepada mereka, karena bermain di atmosfer ini memberi anda semangat yang berbeda,” ujar De Rossi.

Sementara itu dari kubu Juve, Buffon juga menambah koleksi caps nya bersama Il Bianconeri. Buffon mencatat penampilannya yang ke 450 di Serie A bersama Si Nyonya Tua. Sejauh ini secara keseluruhan Buffon total telah mengoleksi 618 caps di Serie A (168 Parma, 450 Juventus), terbanyak kedua setelah Paolo Maldini (647 AC Milan). Sementara itu Fransesco Totti tertinggal satu penampilan di bawah Buffon (617 Roma).