Liverpool Siap Hadapi Tim Berpengalaman Seperti Real Madrid

Berbicara mengenai pengalaman, tentu Liverpool jauh dari Real Madrid yang akan dihadapinya dalam laga final Liga Champions, Minggu, 27 Mei 2018 dini hari WIB nanti. Namun, selama The Reds mampu memberikan performa terbaiknya, maka peluang juara sangat terbuka lebar.

Prediksi Final Liga Champions Real Madrid Vs Liverpool
Prediksi Final Liga Champions antara Real Madrid kontra Liverpool

Pertandingan puncak kompetisi antarklub tertinggi di Eropa tersebut akan dihelat di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina, akhir pekan nanti. Pasukan Jurgen Klopp datang dengan status sebagai tim kuda hitam, mengingat sang lawan merupakan juara bertahan dua musim terakhir.

Seperti diketahui, bahwa perjalanan Liverpool hingga ke partai final ini tidaklah mudah. Mereka terlebih dahulu harus melewati fase play-off. Hingga akhirnya mengandaskan perlawanan Porto di babak 16 besar, kemudian Manchester City dan terakhir AS Roma.

Sementara Madrid, tim yang dalam dua musim terakhir ini menjuarai UCL, kembali diunggulkan pada perhelatan musim ini. Mereka pun berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh, mulai dari Paris Saint-Germain, Juventus hingga Bayern Munchen.

Pasukan Zinedine Zidane penuh akan pengalaman di kancah UCL. Dalam lima musim terakhir, final akhir pekan nanti akan menjadi yang keempat bagi mereka. Setelah dua musim sebelumnya mampu diakhiri dengan kemenangan.

Dimana pada musim 2015/2016, El Real mengandaskan perlawanan rival sekota, Atletico Madrid dan di musim kemarin, mengalahkan raksasa Serie A Italia, Juventus di partai puncak. Ini menjadi pencapaian yang sangat luar biasa. Pasalnya, Madrid menjadi tim pertama di era format baru ini yang mampu mengangkat trofi UCL dalam dua tahun beruntun atau back to back.

Kejayaan Liverpool Dalam Ajang Liga Champions

Sejatinya Liverpool tidak jelek-jelek amat dalam sejarah di ajang Liga Champions. Dimana mereka membuat rekor baru seperti enam gol yang merupakan gol terbanyak tercipta di era kompetisi bergengsi ini. Final itu pun terjadi antara Liverpool berhadapan dengan AC Milan pada tahun 2005 yang berlangsung di Instabul.

Hasil dari pertandingan final tersebut pun berakhir dengan skor imbang 3-3 hingga perpanjangan waktu. Situs agen bola sbraga memberitakan semua akan dilanjutkan dengan drama adu penalti 3-2. Dengan Prediksi Final Liga Champions 2017-2018 ini, Real Madrid melawan Liverpool memiliki potensi yang bisa dibilang dapat menandingi.

Sebab, kedua tim sangat berkeinginan untuk meraih gelar juara Liga Champions dan sama-sama memiliki gaya permainan sepak bola menyerang. Sebut saja, salah satu mantan pemain Chelsea, Pat Nevin. Dia sangat yakin jika Liverpool mampu mematahkan kejayaan Madrid di kompetisi antar klub paling bergengsi di Eropa ini.

Hal tersebut diyakini Nevin karena adanya tren positif yang ditunjukkan secara langsung kepada The Reds. Berdasarkan situasi ini, Liverpool akan memiliki kesempatan yang besar dalam persaiangan gelar saat menghadapi Madrid pekan nanti. Menurutnya, penampilan gemilang para pemain Liverpool bisa dihajadikan modal besar untuk berhadapan dengan Los Blancos.

Sekaligus, mengehentikan Madrid dalam meraih gelar juara di tiga musim mereka secara beruntun ajang Liga Champions. “Saya sudah tahu bahwa Anda akan mengatakan Real Madrid merupakan tim difavoritkan dalam meraih gelar Liga Champions musim ini. Itu bukanlah sebuah hal yang kita ragukan lagi,” kata Nevin kepada media.

Final kali ini memiliki tensi pertandingan yang sama dengan laga piala dunia 2018 nanti. Karena dari kedua tim di isi oleh banyak sekali para pemain inti dari tim nasional yang akan berlaga di piala dunia Rusia 2018. Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Sergio Ramos, Mohamed Salah dan deretan pemain bintang lainnya yang juga akan berlaga di ajang kejuaran sepakbola terakbar di dunia tahun ini, akan saling menunjukkan kemamuannya pada final nanti.

Sedangkan pengalaman Liverpool sendiri di kompetisi teratas benua biru ini, final kontra Madrid akhir pekan nanti akan menjadi yang pertama bagi mereka dalam 10 tahun terakhir. Kali terakhir anak-anak Merseyside ini melangkah hingga ke partai final terjadi di musim 2006/2007. Saat itu, mereka harus takluk dengan skor tipis 1-2 atas AC Milan.

LIVERPOOL SIAP BERI KEJUTAN DI FINAL LIGA CHAMPIONS

Mantan gelandang Liverpool, Craig Johnston menilai bahwa memang pengalaman milik Los Galacticos tidak tertandingi oleh The Reds. Akan tetapi menurutnya, pasukan Jurgen Klopp memiliki sesuatu hal yang istimewa dapat mengatasi jarak pengalaman tersebut.

Sadio Mane yang bakal memperkuat Timnas Senegal di pentas Piala Dunia 2018 dan kawan-kawan harus berada di level permainan terbaik. Mereka wajib menunjukkan karakter dan jati diri mereka yang berapi-api saat melawan Madrid.

Final Liga Champions
Real Madrid vs Liverpool, Zinedine Zidane vs Jurgen Klopp

“Tidak ada lagi keraguan tentang berapa banyak medali yang telah dimenangkan oleh mereka (Real Madrid) dan tentang sejarah mereka di turnamen ini (Liga Champions). Itu menjadi sebuah modal yang sangat berharga bagi mereka,”

“Jika kita sekedar melihat tentang statistik dan jumlah medali yang dimiliki oleh skuat sekarang ini, mereka memiliki sekitar 40, sementara Liverpool, nol. Sebuah jarak yang tentu sangat luar biasa dalam hal pengalaman memenangkan trofi juara seperti ini,”

“Melihat juga dari catatan antara Zidane dan Klopp yang begitu berbeda. Zidane telah memenangkan enam final terakhirnya, sedangkan Klopp selalu mengalami kekalahan dalam lima final terakhirnya,”

“Namun jangan lupakan juga bahwa sekarang ini Liverpool tengah dalam kondisi yang berapi-api. Dan mulai berpikir apakah ada tim yang akan sukses mengalahkan mereka dalam kondisi saat ini. Seperti yang diungkapkan Klopp, bahwa semua pemain akan on fire,”

“Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa Liverpool akan mampu mengalahkan tim berpengalaman seperti Real Madrid, jika memang nanti mereka benar-benar memainkan permainan terbaiknya,” ungkap Johnston.

Mampukah Liverpool benar-benar memberikan kejutan di partai final nanti, meski dalam berbagai prediksi final Liga Champions mengunggulkan sang juara bertahan. Atau justru kembali mengalami kekalahan seperti yang dialaminya pada musim 2006 lalu. Menarik untuk disimak nanti akhir pekan ini.

Gol Isco Kubur Mimpi Atletico Untuk ke Final

Real Madrid gagal mencatat kemenangan pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions. Meski begitu, Los Merengues tetap memastikan tempat mereka di final berkat keunggulan agregat 4-2. Isco Alarcon menjadi pahlawan El Real dengan gol nya yang membuat mental Atletico Madrid jatuh.

Berstatus sebagai tuan rumah, Atletico Madrid sebenarnya tampil cukup dominan dalam laga Derby Madrid kemarin. Bahkan dalam 15 menit pertama Los Rojblancos berhasil unggul 2-0 lebih dahulu. Hanya saja, sang rival sekota lebih beruntung berhasil mencetak gol tambahan yang membuat selisih skor agregat semakin melebar.

Sementara itu, bagi Real Madrid ini merupakan ke 15 kalinya mereka berhasil mencapai babak final kompetisi paling bergengsi di eropa tersebut. Dan jika berhasil, maka ini merupakan gelar Liga Champions ke 12 bagi tim yang berjuluk Los Blancos tersebut.

Atletico Mengejutkan di Babak Pertama

Saul Niguez buka keunggulan tuan rumah
Saul Niguez buka keunggulan tuan rumah

Bermain di hadapan para pendukungnya, Atletico tampil menggebrak sejak peluit babak pertama dibunyikan. Pertandingan berlangsung cukup panas dan bahkan Saul Niguez sukses membuka keunggulan saat laga berjalan 12 menit. Memanfaatkan sepak pojok Koke, sundulan Saul tak mampu dibendung Keylor Navas.

Memasuki menit ke-15, petaka kembali menimpa kubu Madrid. Atletico mendapat hadiah penalti usai Fernando Torres dijatuhkan Raphael Varane di kotak penalti. Antoine Griezmann yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Tuan rumah memimpin dengan skor 2-0.

Real Madrid berhasil memanfaatkan kelengahan tuan rumah pada menit 42. Berawal dari aksi brilian Karim Benzema yang sukses mengecoh tiga pemain Atletico, Benzema mengirim bola ke depan gawang. Jan Oblak masih bisa menggagalkan tembakan Toni Kroos, namun dengan sigap Isco langsung menyambarnya.

Kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Ini sekaligus membuat ageregat skor menjadi 4-2 bagi Real Madrid. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hanya harus menjaga hasil ini agar jangan sampai kembali kebobolan. Dan terbukti strategi mereka berhasil.

Kiper Keylor Navas tampil di sepanjang sisa laga dan juga sukses menggagalkan beberapa peluang matang yang didapat Griezmann dan kawan-kawan. Skor 2-1 pun bertahan hingga laga usai. Dan atas hasil akhir ini, Madrid pun memastikan diri lolos ke final untuk bertemu Juventus yang telah lebih dulu lolos.

Keajaiban Benzema Ubah Alur Pertandingan

Aksi ajaib Benzema yang engubah alur pertandingan
Aksi ajaib Benzema yang engubah alur pertandingan

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Vicente Calderon tersebut, Karim Benzema berhasil menunjukan permainan mengagumkan yang sekaligus membuat Madrid berhasil lolos. Performa Benzema tersebut pun mengundan banyak komentar positif, salah satunya dari rekan setimnya, Marcelo.

“Karim banyak membantu kami dengan magisnya dan kami amat bahagia bisa lolos. Kami sangat bahagia. Di atas lapangan ini, para fans amat penting. Saya berharap mereka terus mendukung kami, karena mereka akan membantu permainan kami.” ujar pemain belakang asal Brasil tersebut.

Ditanyakan perihal aksi ajaibnya melewati tiga pemain Atletico tersebut, Benzema pun memberikan komentarnya kepada media setempat:

“Saya sendirian dan kemudian ada tiga bek yang menghampiri saya. Kemudian saya mencoba melakukan gerakan tersebut dan berhasil. Saya tidak suka melakukan tandukan, jadi saya coba mengontrol bola dan mampu memberikan umpan,” tutur Benzema.

“Semua orang terlibat dalam keberhasilan ini, dan ini amat penting di tim besar. Inilah yang kami butuhkan, setiap pemain memberikan respon. Kami sudah melakukannya sejak awal musim dan terus seperti ini.” lanjut penyerang asal Perancis tersebut.

Madrid akan menghadapi Juventus di partai puncak yang akan dimainkan di Cardiff pada 24 Mei mendatang. Menanggapi hal tersebut, Benzema mengaku akan berjuang sekuat tenaga untuk menghadapi wakil Italia tersebut.

“Kami tahu seperti apa Juventus. Mereka tim hebat. Jika mereka masuk final, bukan karena mereka tak melakukan apapun. Mereka punya banyak pemain hebat. Namun kami akan coba menang di final nanti.” tambah pria berkepala plontos tersebut.

Juve Pastikan Tempat di Final UCL

Juventus memastikan diri sebagai tim pertama yang mencapai Final Liga Champions musim ini. Il Bianconeri mengklaim tempatnya di final usai menyudahi perlawanan AS Monaco dengan skor akhir 2-1 (agregat 4-1). Dua gol Si Nyonya Tua dicetak oleh Mario Mandzukic dan Dani Alves, sementara gol hiburan Monaco dicetak oleh Kylian Mbappe.

Skuad asuhan Massimiliano Allegri tampil dengan kepercayaan diri penuh pada dini hari tadi. Pasalnya selain bermain sebagai tuan rumah, Paulo Dybala dan kawan-kawan telah memiliki modal kemenangan 2-0 dalam leg pertama di kandang Monaco. Terbukti lewat dominasi tuan rumah yang sukses meredam permainan para punggawa Monaco.

Monaco memang tidak berhasil membalas kekalahan mereka di leg pertama dini hari tadi. Ini membuat mereka mengakui bahwa Juve memang lebih layak berada di final. Meski begitu, ada kejadian tidak mengenakan yang melibatkan salah satu pemain mereka yaitu Kalim Glik. Pemain yang merupakan hater sejati Juventus ini mewarnai pertandingan dengan sejumlah konflik.

Satu Gol dan Assist dari Alves

Ekspresi Dani Alves dan Mario Mandzukic merayakan gol pertama Juventus
Ekspresi Dani Alves dan Mario Mandzukic merayakan gol pertama Juventus

Berniat untuk mengejar ketinggalan mereka pada leg pertama, Monaco tampil menyerang sejak awa pertandingan. Akan tetapi rapatnya barisan pertahanan Juventus membuat serangan wakil Perancis tersebut belum bisa memecah kebuntuan. Juve mulai membalas serangan Monaco seiring serangan mereka yang mengendur usai 15 menit pertama.

Dari sekian banyak serangan yang dilepaskan Si Nyonya Tua, baru pada menit ke-33 Juventus berhasil membuat Juventus Stadium pecah. Menanduk bola hasil umpan Dani Alves, sundulan Mandzukic sempat dihalau kiper Monaco, Danijel Subasic. Akan tetapi dengan sigap Mandzukic berhasil menyambar bola tersebut dan kemudian memecah kebuntuan bagi tuan rumah.

Jelang babak pertama usai, Dani Alves sukses memperlebar keunggulan tuan rumah. Berawal dari tembakan Paulo Dybala, Subasic berhasil mementahkannya. Dani Alves yang berada dalam posisi bebas, secara reflek langsung menyambar bola tersebut. Kiper yang tidak siap tidak berhasil menghalau tembakan Alves untuk membuat kedudukan menjadi 2-0.

Berhasil mempertahankan keunggulannya, pertahanan Juventus akhirnya tembus juga. Adalah aksi Kylian Mbappe yang sukses membobol gawang Gianluigi Buffon usai menyambar umpan dari Joao Moutinho. Skor 2-1 pun berakhir hingga wasit meniup peluit panjang. Juventus pun lolos ke final dengan agregat skor 4-1.

Sepak Terjang Glik Sang Hater Juve

Gonzalo Higuain yang meringis usai diinjak oeh Kamil Glik
Gonzalo Higuain yang meringis usai diinjak oeh Kamil Glik

Tensi pertandingan yang cukup tinggi dalam babak semifinal memang sangat wajar. Apalagi dalam kompetisi sekelas Liga Champions, sudah bawaan alam sepertinya jika kedua tim tampil dengan sangat panas. Akan tetapi, hal tersebut terkadang ternoda dengan tingkah laku pemain yang terkadang berlebihan. Seperti dalam laga Juventus vs Monaco pada dini hari tadi.

Adalah perilaku bek Monaco, Kamil Glik yang menunjukan tindakan tidak terpujinya di sepanjang pertandingan. Beberapa kali sang pemain tertangkap kamera melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan. Seperti saat menginjak lutut Gonzalo Higuain misalnya, atau ketika menjatuhkan Mario Mandzukic dan kemudian menginjak sepatu dari Alex Sandro.

Kelakuan Glik memang tidak mengherankan, mengingat bek Polandia tersebut merupakan mantan kapten Torino yang notabene merupakan rival sekota Juventus. Dan ditambah lagi, Glik juga secara terbuka pernah menyatakan bahwa dirinya sangat membenci Juventus. Hal ini terlihat pada postingan media sosial Glik yang terlihat sebelum laga Juventus kontra Monaco.

Track record Glik selama dirinya bermain untuk Torino juga bisa dibilang cukup bikin meringis. Pria Polandia tersebut pernah melakukan pelanggaran yang sangat berbahaya terhadap Emanuele Giaccherini dalam laga Derbi Turin. Dan yang membuat publik tidak habis pikir, Glik dengan bangganya memposting foto ketika dirinya melakukan tekel tersebut.