Liverpool Siap Hadapi Tim Berpengalaman Seperti Real Madrid

Berbicara mengenai pengalaman, tentu Liverpool jauh dari Real Madrid yang akan dihadapinya dalam laga final Liga Champions, Minggu, 27 Mei 2018 dini hari WIB nanti. Namun, selama The Reds mampu memberikan performa terbaiknya, maka peluang juara sangat terbuka lebar.

Prediksi Final Liga Champions Real Madrid Vs Liverpool
Prediksi Final Liga Champions antara Real Madrid kontra Liverpool

Pertandingan puncak kompetisi antarklub tertinggi di Eropa tersebut akan dihelat di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina, akhir pekan nanti. Pasukan Jurgen Klopp datang dengan status sebagai tim kuda hitam, mengingat sang lawan merupakan juara bertahan dua musim terakhir.

Seperti diketahui, bahwa perjalanan Liverpool hingga ke partai final ini tidaklah mudah. Mereka terlebih dahulu harus melewati fase play-off. Hingga akhirnya mengandaskan perlawanan Porto di babak 16 besar, kemudian Manchester City dan terakhir AS Roma.

Sementara Madrid, tim yang dalam dua musim terakhir ini menjuarai UCL, kembali diunggulkan pada perhelatan musim ini. Mereka pun berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh, mulai dari Paris Saint-Germain, Juventus hingga Bayern Munchen.

Pasukan Zinedine Zidane penuh akan pengalaman di kancah UCL. Dalam lima musim terakhir, final akhir pekan nanti akan menjadi yang keempat bagi mereka. Setelah dua musim sebelumnya mampu diakhiri dengan kemenangan.

Dimana pada musim 2015/2016, El Real mengandaskan perlawanan rival sekota, Atletico Madrid dan di musim kemarin, mengalahkan raksasa Serie A Italia, Juventus di partai puncak. Ini menjadi pencapaian yang sangat luar biasa. Pasalnya, Madrid menjadi tim pertama di era format baru ini yang mampu mengangkat trofi UCL dalam dua tahun beruntun atau back to back.

Sedangkan pengalaman Liverpool sendiri di kompetisi teratas benua biru ini, final kontra Madrid akhir pekan nanti akan menjadi yang pertama bagi mereka dalam 10 tahun terakhir. Kali terakhir anak-anak Merseyside ini melangkah hingga ke partai final terjadi di musim 2006/2007. Saat itu, mereka harus takluk dengan skor tipis 1-2 atas AC Milan.

LIVERPOOL SIAP BERI KEJUTAN DI FINAL LIGA CHAMPIONS

Mantan gelandang Liverpool, Craig Johnston menilai bahwa memang pengalaman milik Los Galacticos tidak tertandingi oleh The Reds. Akan tetapi menurutnya, pasukan Jurgen Klopp memiliki sesuatu hal yang istimewa dapat mengatasi jarak pengalaman tersebut.

Sadio Mane yang bakal memperkuat Timnas Senegal di pentas Piala Dunia 2018 dan kawan-kawan harus berada di level permainan terbaik. Mereka wajib menunjukkan karakter dan jati diri mereka yang berapi-api saat melawan Madrid.

Final Liga Champions
Real Madrid vs Liverpool, Zinedine Zidane vs Jurgen Klopp

“Tidak ada lagi keraguan tentang berapa banyak medali yang telah dimenangkan oleh mereka (Real Madrid) dan tentang sejarah mereka di turnamen ini (Liga Champions). Itu menjadi sebuah modal yang sangat berharga bagi mereka,”

“Jika kita sekedar melihat tentang statistik dan jumlah medali yang dimiliki oleh skuat sekarang ini, mereka memiliki sekitar 40, sementara Liverpool, nol. Sebuah jarak yang tentu sangat luar biasa dalam hal pengalaman memenangkan trofi juara seperti ini,”

“Melihat juga dari catatan antara Zidane dan Klopp yang begitu berbeda. Zidane telah memenangkan enam final terakhirnya, sedangkan Klopp selalu mengalami kekalahan dalam lima final terakhirnya,”

“Namun jangan lupakan juga bahwa sekarang ini Liverpool tengah dalam kondisi yang berapi-api. Dan mulai berpikir apakah ada tim yang akan sukses mengalahkan mereka dalam kondisi saat ini. Seperti yang diungkapkan Klopp, bahwa semua pemain akan on fire,”

“Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa Liverpool akan mampu mengalahkan tim berpengalaman seperti Real Madrid, jika memang nanti mereka benar-benar memainkan permainan terbaiknya,” ungkap Johnston.

Mampukah Liverpool benar-benar memberikan kejutan di partai final nanti, meski dalam berbagai prediksi final Liga Champions mengunggulkan sang juara bertahan. Atau justru kembali mengalami kekalahan seperti yang dialaminya pada musim 2006 lalu. Menarik untuk disimak nanti akhir pekan ini.

Situasi Chelsea Pasca Juara Premier League

Sukses memperbaiki nasib mereka musim lalu dengan menjuarai kompetisi Liga Inggris musim ini. Musim 2015-2016 yang mereka lalui dengan susah payah berhasil hingga akhirnya finish di peringkat 10, lunas dibayar dengan merebut trofi Premier League musim ini. Keberhasilan The Blues ini dinilai oleh banyak pihak karena revolusi besar-besaran yanng dilakukan Antonio Conte.

Conte memang merupakan sosok yang bisa dibilang memiliki tugas paling berat dalam mengangkat prestasi Chelsea musim ini. Kecerdasannya meracik materi pemain dan keberaniannya merombak strategi konservatif musim lalu merupakan inti dari kesuksesa Skuad London biru musim ini. Kesuksesan Conte mengangkat The Blues musim ini tak ayal membuat dirinya dianugerahi dua penghargaan bergengsi.

Selain sejumlah apresiasi yang datang bagi Chelsea, rumor berita transfer musim depan pun sudah mulai terdengar. Chelsea yang kini kembali menunjukan taringnya di kompetisi paling bergengsi di Inggris ini menurut kabar akan mendatangkan sejumlah pemain anyar. Romelu Lukaku, Kylie Walker dan Alvaro Morata merupakan tiga nama besar yang diprediksi akan merapat ke Stamford Bridge.

Conte Dianugerahi 2 Gelar Bergengsi

Ekspresi Antonio Conte saat mengangkat trofi La Liga
Ekspresi Antonio Conte saat mengangkat trofi La Liga

Sukses membawa Chelsea menjuarai kompetisi musim ini, Antonio Conte diganjar dua penghargaan. Manajer berkebangsaan Italia tersebut berhasil memenangkan dua gelar bergengsi, yaitu LMA Manager of the Year dan Barclays Premier League Manager of Season. Conte merupakan orang non-Inggris ketiga yang berhasil meraih gelar LMA Manager of the Year.

Sebelum Conte, gelar LMA of The Year berhasil dimenangkan Claudio Ranieri (2016), dan Arsene Wenger (2002 dan 2004). Selain itu, Conte juga merupakan manajer asal Italia yang kedua sepanjang dua tahun terakhir yang mendulang gelar Barclays Premier League Manager of Season, setelah Ranieri berhasil memangkannya usai membawa Leicester City menjuarai kompetisi musim lalu.

“Terima kasih banyak. Ini sungguh luar biasa. Ini adalah musim pertama saya di Inggris dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang memilih saya,” ungkap mantan manajer Juventus tersebut.

“Senang rasanya menerima penghargaan ini. Saya berharap untuk mendapatkan ini. Sangat fantastis memiliki trofi ini dan bisa bersama para manajer hebat. Ini adalah prestasi membanggakan dan saya berharap bisa meneruskannya dengan cara terbaik,” tambah Conte.

Mengisi posisi yang ditinggalkan Guus Hiddink, sepak terang Conte sempat diragukan. Namun pada akhirnya, Conte justru berhasil membawa Eden Hazard meraih titel juara Liga Inggris. Selain juara, Conte juga berhasil mencatat rekor bersama Skuad London Biru, yaitu meraih 30 kemenangan di ajang Premier League.

Chelsea Akan Habis-Habisan di Bursa Transfer

Courtois, Hazard dan Batsuayi yang mengekspresikan kegembiraannya atas kesuksesan Chelsea musim ini
Courtois, Hazard dan Batsuayi yang mengekspresikan kegembiraannya atas kesuksesan Chelsea musim ini

Menjadi juara dengan kehilangan beberapa pemain kuncinya, Chelsea harus segera membenahi materi pemainya. Telah beredar kabar bahwa The Blues akan mendatangkan bek kanan Tottenham Hotspur, Kyle Walker. Chelsea menganggap Walker merupakan pemain serba bisa, gaik sebagai full-back maupun winger.

Namun tampaknya The Blues harus bekerja ekstra keras jika ingin memboyong Walker. Sebab pemain berusia 26 tahun tersebut juga tengah menjadi buruan sejumlah tim raksasa seperti Bayern Munchen dan Manchester City. Oleh karena itu, The Blues telah menyiapkan rencana cadangan dengan melakukan negosiasi dengan bek AS Monaco, Tiemoue Bakayoko.

Beberapa waktu lalu, Manajer Chelsea, Antonio Conte sudah menyuarakan prioritas pertama mereka adalah memboyong bomber Everton dan timnas Belgia, Romelu Lukaku. Andai gagal, pilihan selanjutnya adalah striker Real Madrid, Alvaro Morata. Ini dilakukan Chelsea untuk mengantisipasi kemungkinan hengkangnya Diego Costa ke Tianjin Quanjian atau kembali ke Atletico Madrid.

Madrid Resmi Angkat Trofi La Liga Musim Ini

Real Madrid berhasil membawa pulang trofi La Liga Spanyol musim ini usai menyudahi perlawanan Malaga dengan skor akhir 2-0. Dalam laga yang digelar di markas Malaga, Estadio La Rosaledaedua, tersebut gol Los Merengues dicetak oleh Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Dengan ini, perolehan poin El Real menjadi 93, unggul tiga poin dari peringkat kedua klasemen saat ini, Barcelona.

Dengan keberhasilan meraih juara pada musim ini, berarti Los Blancos telah mengoleksi 33 kali gelar juara La Liga. Selain itu, kesuksesan skuad asuhan Zinedine Zidane musim ini juga berarti mereka telah meruntuhkan dominasi Barcelona di kompetisi domestik selama satu dekade terakhir. Barca memang sempat mendominasi La Liga dalam sepuluh tahun lalu dengan total raihan 6 gelar.

Sementara itu di lain tempat, rival abadi Madrid, Barcelona harus puas finish di posisi dua musim ini. Meskipun dinihari tadi mereka juga sukses meraih kemenangan, perolehan poin mereka belum mampu menyamai Los Blancos yang beberapa pekan lalu masih menyisakan satu laga. Selain mematahkan dominasi Barca, kesuksesan Madrid juga menguntungkan bagi lawan mereka, Malaga. Mengapa demikian?

Hanya Butuh Dua Menit Untuk Membuka Keunggulan

Cristiano Ronaldo hanya butuh 2 menit untuk membawa Madrid unggul
Cristiano Ronaldo hanya butuh 2 menit untuk membawa Madrid unggul

Madrid datang ke markas Malaga, Estadio La Rosaleda dengan kepercayaan diri penuh. Sebab mereka hanya butuh hasil seri untuk bisa memastikan gelar juara La Liga musim ini. Meski begitu, bukan Madrid namanya jika memutuskan untuk bermain aman dan bertahan demi satu poin. Terbukti dengan kemenangan mereka yang absolut dengan skor akhir 2-0 pada dini hari tadi.

Dua menit adalah waktu yang dibutuhkan Ronaldo dan kawan-kawan untuk memecah kebuntuan, ya hanya dua menit. Cristiano Ronaldo mengawali laga dengan super kilat dengan membobol gawang tuan rumah usai menerima umpan dari Isco. Memasuki menit ke-14, tim tamu bisa saja menggandakan keunggulan mereka jika saja usaha Benzema berhasil menemui sasaran.

Memasuki paruh kedua, Carlos Kameni lagi-lagi harus memungut bola dari jaring gawangnya. Memaksimalkan umpan silang Raphael Varane, Karim Benzema sukses melepaskan tembakan terukur ke gawang Malaga. Meski tampil terus menekan, para punggawa Madrid tak juga mampu menambah keunggulan mereka. Dan skor 2-0 untuk skuad asuhan Zizou pun bertahan hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Next Target : Liga Champions

Karim Benzema merayakan gol yang dicetaknya bersama dengan Sergio Ramos
Karim Benzema merayakan gol yang dicetaknya bersama dengan Sergio Ramos

Meski berhasil mengangkat trofi La Liga pada dini hari tadi, para punggawa EL Real tidak ingin berlarut dalam kesenangan mereka. Bek kiri Madrid, Marcelo mengaku bahwa fokus tim harus segera berallih ke Liga Champions ketimbang larut dalam kesenangan sesaat di ceremony gelar juara La Liga musim ini.

“Kami bangga dengan tim ini karena menjuarai La Liga sangat sulit, Banyak pihak tidak menginginkan Real Madrid menjadi yang terbaik di pentas La Liga, tetapi kami berjuang hingga akhir. Kami adalah Real Madrid,” ungkap Marcelo.

“Target kami adalah menjuarai La Liga dan semua kompetisi yang kami ikuti. Kami menjalani musim yang hebat. Kami memiliki dua pekan sebelum tampil dalam final lainnya (Liga Champions),” lanjut pemain kelahiran Brasil tersebut.

Sementara itu, pelatih Zinedine Zidane juga mengaku bahagia dan juga lega mereka telah mengakhiri musim ini dengan manis. Zizou mengaku bangga atas kinerja tim secara keseluruhan musim ini.

“Saya sangat senang. Ada 38 pertandingan dan kami mengakhiri semuanya. Kemenangan ini adalah yang paling sulit dan juga indah. Ini adalah musim yang sulit, tetapi kami berada di puncak pada akhirnya,” ujar pelatih yang juga pernah berstatus sebagai pemain Madrid tersebut.

Madrid Atau Barca, Siapakah Juara La Liga?

Real Madrid dan Barcelona akan menjalani laga terakhir mereka masing-masing pada Senin, 22 Mei 2017 dini hari nanti. Pertandingan ini merupakan laga pamungkas bagi keduanya, karena selisih poin mereka yang tipis klasemen mempengaruhi klasemen. Real Madrid yang unggul tiga poin hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa mengangkat trofi La Liga musim ini.

Real Madrid yang saat ini bercokol di puncak klasemen sementara dengan koleksi 90 poin dari total 37 pertandingan mengincar hasil kemenangan saat jumpa Malaga senin dini hari nanti. Unggul tiga poin Barcelona yang berada di tempat kedua, minimal hasi imbang harus dicetak El Real. Sebab jika mereka kalah dan Barca sukses mengalahkan Eibar, maka Messi dan kawan-kawan akan menjadi juara.

Sementara itu, persiapan Barcelona jelang menjamu Eibar pada Minggu dini hari nanti sedikit terganggu. Lembaga Anti Doping Spanyol menyambangi markas mereka di Camp Nou. Para pemain Barca diminata untuk menjalani tes doping yang memang diadakan secara rutin ini. Jordi Alba, Denis Suarez, Marc Andre Ter Stegen dan Luis Suarez merupakan pemain yang ditunjuk untuk menjadi sampel pengujian.

Laga Penentuan Jawara La Liga

Neymar diharapkan bisa tampil impresif dalam laga terakhir Barca
Neymar diharapkan bisa tampil impresif dalam laga terakhir Barca

Pertandingan pada senin dini hari nanti akan menjadi penentuan siapakah yang akan menyelesaikan musim kompetisi ini di puncak klasemen. Pertarungan antara Real Madrid dan Barcelona musim ini bisa dibilang cukup ketat. Barcelona yang paada awal musim sempat tampil terseok-seok akhirnya mampu kembali bangkit di tengah musim dan sempat beberapa kali menyalip Madrid di posisi puncak.

Sementara itu Madrid justru kebalikannya, tampil perkasa pada awal-awal musim, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan justru sempat tersandung di pertengahan musim. Banyak yang menduga ini akibat padatnya jadwal mereka di kompetisi eropa, Liga Champions. Sedangkan Barcelona yang terpaksa gugur pada babak perempat final bisa dibilang memiliki keuntungan dari sektor kebugaran para pemainnya.

Los Blancos secara statistik unggul di atas kertas untuk meraih gelar musim ini. Melawan Malaga, mereka hanya membutuhkan hasil seri. Namun faktor bermain di kandang, membuat Malaga tidak bisa ditebak. Bisa saja mereka bermain habis-habisan demi bisa membiarkan klub sekota mereka, Barcelona keluar sebagai juara musim ini. Namun Los Merengues bukanlah tim selemah itu. Pertandingan dipastikan akan berjalan sengit.

Legenda Barcelona, Xavi Justru Unggulkan Madrid

Madrid diunggulkan Xavi untuk menjuarai musim ini
Madrid diunggulkan Xavi untuk menjuarai musim ini

Berbicara mengenai kans kedua raksasa Spanyol tersebut, menarik untuk bertanya pendapat para ahli. Salah satu yang memberikan jawaban menarik adalah mantan pemain sekaligus kapten Barcelona, Xav Hernandez. Xavi yang meninggalkan Barcelona pada 2015 lalu ini mengatakan bahwa secara garis besar bisa dibilang Madrid lebih berpeluang juara dibandingkan dengan mantan klubnya, Barcelona.

Xavi mengungkapkan sanat kecil peluang Barca untuk bisa menyalip Madrid di puncak klasemen. Mantan gelandang asal Spanyol tersebut meyebutkan bahwa situasi saat ini sangat mirip dengan musim 1991-1992. Kala itu Real Madrid kalah pada pekan terakhir dan Barcelona berhasil meraih trofi La Liga. Namun Xavi kembali menegaskan bahwa hal tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

“Malaga menjalani musim yang baik di La Liga, namun menang atas Real Madrid sangat sulit. Mereka harus menciptakan keajaiban seperti saat Tenerife mengalahkan Real Madrid dan Barcelona menjadi juara pada tahun 1992. Kemenangan atas Celta Vigo menjadi kunci keberhasilan Real Madrid. Saya harap mereka kalah dari Malaga dan Barcelona menjadi juara. Namun hal tersebut hampir mustahil,” lanjutnya.

Juventus Angkat Trofi Coppa Italia

Juventus berhasil menjuarai turnamen Coppa Italia usai mengalahkan Lazio dengan skor akhir 2-0. Gelar Coppa ini dianggap sebagai gelar pembuka sebelum Il Bianconeri nanti meresmikan gelar juara Serie A musim ini. Setelah itu, pada 3 Juni mendatang Gonzalo Higuain dan kawan-kawan juga akan menjalani laga penentuan final Liga Champions kontra Real Madrid.

Kemenangan Juventus dalam turnamen domestik ini sekaligus menjadikan mereka satu-satunya tim yaang mampu menjuarau Coppa Italia selama tiga musim beruntun. Hingga saat ini, Tim Nyonya Tua terhitung telah memenangkan Copa sebanyak 12 kali. Mereka berhasil menungguli AS Roma yang berada di tempat kedua dengan perolehan 9 kali juara dan Inter Milan di urutan tiga dengan 7 kali juara.

Kedua gol kemenangan La Vecchia Signora dicetak oleh Daniel Alves dan Leonardo Bonucci masing-masing pada menit ke-12 dan menit ke-24. Sejak bergabung dengan Juventus, Alves memang kerap berhasil menunjukan performa terbaiknya. Dan lima laga terakhirnya bersama Juventus menjadi bukti bahwa mantan pemain Barcelona ini sedang berada dalam puncak performanya saat ini.

Juara Coppa Tiga Kali Beruntun

Ekspresi kebahagiaan Juventus meraih gelar Coppa
Ekspresi kebahagiaan Juventus meraih gelar Coppa

Juventus berhasil mengubur mimpi Lazio untuk mengangkat piala Copa Italia musim ini. Skuad Massimiliano Allegri sukses menjadi juara untuk yang ketiga kalinya secara beruntun usai menang dua gol tanpa balas atas Biancoceleste. Daniel Alves dan Leonardo Bonucci adalah dua pemain yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Ini merupakan pencapaian awal Juventus menjelang treble musim ini.

Pertandingan berjalan cukup ketat sejak menit pertama. Lazio hampir saja unggul lebih dulu Keita Balde Diao pada menit ke-6. Bola hasil tendangan Diao hanya berhasil membentur tiang setelah sebelumnya sempat mengenai tangan kanan dari Andrea Barzagli. Enam menit kemudian, kali ini giliran Daniel Alves yang membuat Bianconeri unggul. Menyambut umpan silang Alex Sandro dari sisi kiri lapangan, Alves berhasil melepaskan tendangan first time yang tak mampu dihalau Thomas Strakosha.

Lazio terpaksa kehilangan Marco Parolo pada menit ke-21. Parolo mengalami cedera yang kemudian memaksanya untuk ditarik keluar lapangan dan digantikan oleh Stefan Radu. Tak lama berselang masuknya Radu, Juventus malah berhasil menambah keunggulannya lewat aksi Leonardo Bonucci. Memanfaatkan sepak pojok Paulo Dybala, Alex Sandro menyundul bola ke arah gawang Lazio namun masih bisa dihalau. Bonucci yang berada di posisi bebas langsung menyambar bola untuk membuat kedudukan menjadi 2-0.

Alves Jadi Pahlawan Juventus

Daniel Alves yang mencetak gol pertama
Daniel Alves yang mencetak gol pertama

Keberhasilan Juventus meraih gelar juara Coppa Italia musim ini tidak lepas dari kontribusi sang wingback, Daniel Alves. Performa apik  Alves bersama Juventus dalam beberapa laga terakhir ini memang bisa dibilang sangat berpengaruh bagi kesuksesan Tim Nyonya Tua. Selama satu musim ini, Alves total telah mencetak enam gol dan enam assist dalam total 31 laga.

Yang menjadikan ini lebih menakjubkan adalah tiga dan dua dari total enam goldan assist  tersebut dibuat dalam lima laga terakhirnya bersama Il Bianconeri. Dan yang lebih fantastis adalah dalam dua pertandingan semifinal Liga Champions melawan Monaco, Alves mencetak dua assist pada leg pertama dan satu gol pada leg kedua. Melihat catatan ini, tak heran jika Alves menjadi sorotan.

Sementara itu pelatih Lazio, Simone Inzaghi mengaku bahwa  Juventus pantas menjadi juara. Bukan berarti para anak asuhnya bermain buruk, Inzaghi mengaku bahwa tim asuhannya hanya kurang beruntung dan kebetulan Juventus  juga bermain dengan sangat baik. Dalam sebuah wawancara usai pertandingan Inzaghi pun mengungkapkan:

“Lawan kami adalah finalis Liga Champions. Malam ini, mereka menghadapi Lazio yang memberikan perlawanan, tapi sedang sial. Di babak pertama, ada handball yang membuat bola mengenai tiang. Itu bisa mengubah jalannya laga. Sebuah final ditentukan oleh insiden-insiden seperti itu. Malam ini, faktor tersebut tidak berpihak pada kami.” ujar Inzaghi.

Berita Transfer : United Boyong James Rodriguez

James Rodriguez segera resmi berseragam Manchester United
James Rodriguez segera resmi berseragam Manchester United

Manchester United dikabarkan akan segera meresmikan status James Rodriguez pada hari Minggu nanti. Tim Setan Merah berhasil memboyong playmaker asal Kolombia tersebut dari Real Madrid dengan status bebas transfer. Sejak dilatih Zinedine Zidane, James memang terlihat kesulitan mendapat tempat di skuad utama Madrid.

James Rodriguez memang telah menunjukan gelagat segera meninggalkan Santiago Bernabeu sejak awal musim lalu. Minimnya kesempatan bermain sebagai starter membuat nama pemain muda terbaik pada Piala Dunia 2014 lalu ini kian redup. Meski begitu, setiap kali tampil James selalu berhasil menyuguhkan performa terbaiknya.

Untuk menjaga agar tidak kecolongan start dari raksasa eropa lainnya, United pun segera menyelesaikan proses transfer James pada Selasa 16 Mei 2017 kemarin. Dan usai laga terakhir Liga Inggris mereka kontra Crystal Palace, The Red Devils akan segera mengumumkan status James sebagai pemain baru mereka musim depan.

Oscar Bujuk Costa Hengkang dari Chelsea

Oscar secara tersirat bujuk Costa untuk ppindah e Cina
Oscar secara tersirat bujuk Costa untuk ppindah e Cina

Sementara itu, kabar berbeda justru datang dari Juara Liga Inggris musim ini, Chelsea. Pada awal musim 2016-2017 ini, The Blues terpaksa kehilangan salah satu talenta muda terbaik mereka, Oscar. Ini dikarenakan oleh keputusan Oscar yang memilih untuk bergabung dengan klub Liga Super China, Shanghai SIPG.

Bangkitnya kekuatan para investor asal Cina membuat banyak pemain bintang Liga Eropa memutuskan untuk hijrah kesana. Nama Diego Costa juga telah masuk daftar incaran klub Liga Super China, Tianjin Quanjian. Kabar ini sempat membuat Conte marah, namun reaksi berbeda ditunjukan Oscar kepada mantan rekannya tersebut.

“Sebenarnya sulit juga untuk memberikan saran yang spesifik kepada Diego (Costa). Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya pribadi jujur cukup menikmati kehidupan di Cina. Ya sejauh ini tidak ada masalah yang cukup berarti bagi saya. Memang budaya di sini cukup berbeda, namun perlahan saya mulai bisa beradaptasi.” tutur Oscar.

“Semua orang harus mengambil keputusan atas keinginan hatinya sendiri. Bagi saya pribadi, menurut saya pindah ke Cina merupakan yang terbaik bagi kehidupan dan karir saya. Jika nanti Costa memutuskan untuk pindah ke sini, sebagai rekan satu negara saya akan sangat gembira. Saya hanya ingin semua orang bahagia,” tambah Oscar.

Koscielny Ingin Sanchez Bertahan di Emirates

Koscielny berharap Sanchez tidak meninggalkan Arsenal
Koscielny berharap Sanchez tidak meninggalkan Arsenal

Masih dari klub asal Kota London, bek Arsenal Laurent Koscielny berharap jika Alexis Sanchez bisa tetap bertahan bersama The Gunners. Rumor tentang kepindahan Sanchez memang telah terdengar sejak jauh-jauh hari seiring dengan merosotnya performa mereka baik di kompetisi domestik maupun internasional.

Hal ini membuat Sanchez yang haus akan gelar menjadi enggan untuk menandatangai perpanjangan kontraknya yang akan habis Juni 2018 mendatang. Merupakan sebuah sinyal bahaya bagi Skuad Meriam London yang akan terancam kehilangan punggawa terbaiknya sejauh ini. Namun ini menjadi peluang emas bagi rival mereka.

Sejumlah klub-klub raksasa bahkan telah menandakan sinyal tertarik pada pemain asal Cili tersebut. Sebut saja Paris Saint-Germain, Juventus, Manchester City bahkan rival sekota mereka, Chelsea. Ini tentu sangat bahaya bagi The Gunners yang belum menemukan pengganti Sanchez jika suatu saat sang pemain memilih hengkang.

“Dia mencetak banyak gol bagi kami, padahal tugas utama dia bukan menjadi striker. Dia adalah gelandang, tetapi dia sungguh luar biasa. Dia hanya ingin berjuang dan menginginkan hasil terbaik untuk klub. Terkadang, dia kecewa dengan hasil kami. Namun, dia tahu bahwa kami hanya ingin berjuang satu sama lain dan untuk klub.” ujar Koscielny.

“Ketika memiliki pemain seperti dia yang menunjukkan keinginan untuk berkembang bersama, itu penting bagi Anda. Saya tidak berpikir ada banyak pemain seperti dia dan bisa membuat perubahan dalam pertandingan, itu hal yang jarang. Kami ingin dia tetap bersama kami karena tahu bahwa dia penting bagi tim.” lanjut bek asal Perancis tersebut.

 

Madrid dan Barca Raih Hasil Serupa

Persaingan antara dua raksasa Spanyol untuk memperebutkan gelar juara La Liga musim ini semakin sengit saja. Baik Real Madrid dan Barcelona kini mengoleksi poin yang sama yaitu 87 poin hanya saja Barca unggul dari perolehan selisih gol. Namun dengan keuntungan satu laga yang dimiliki Madrid, Barca sebaiknya berdoa agar Madrid terpeleset.

Pertarungan Los Merengues dan Blaugrana memperebutkan tahta tertinggi kompetisi domestik Spanyol tersebut terasa semakin panas saja. Pasalnya kini kedua tim sama-sama terus meraih hasil positif, dimana kedua tim tersebut hanya tinggal saling menunggu sang rival terpeleset saja. Madrid kemarin menang dari Sevilla, sedangkan Barca berhasil menekuk tuan rumah Las Palmas.

Kita akan menunggu dalam dua laga tersisa, apakah keuntungan satu laga yang dimiliki Real Madrid bisa membawa mereka juara? Ataukah keunggulan selisih gol dari Barcelona yang justru membuat mereka berhasil mengangkat trofi La Liga musim ini? Apakah Madrid akan tersandung? Ataukah Barca yang justru akan terpeleset? Kita tunggu saja nanti.

Madrid vs Sevilla : Free Kick Kontroversial Nacho

Nacho Fernandez sukses mencetak gol lewat tendangan bebas kontroversial
Nacho Fernandez sukses mencetak gol lewat tendangan bebas kontroversial

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Real Madrid tampil cukup dominan. Laga baru berjalan sepuluh menit ketika Nacho Fernandez mencetak gol lewat tendangan bebas kontroversial. Barisan belakan Sevilla belum siap ketika Nacho justru langsung mengeksekusi free kick tersebut. Tiga belas menit kemudian gawang Sevilla yang dijaga Sergio Rico harus kembali kebobolan lewat aksi Cristiano Ronaldo.

Tidak ada lagi gol tercipta di sisa 45 menit babak pertama dan skor 2-0 bertahan untuk Madrid. Empat menit babak kedua berjalan, Stevan Jovetic berhasil mengejar ketinggalan tuan rumah lewat golnya memaksimalkan umpan Vitollo. Akan tetapi belum sempat menambah gol, keunggulan 2-1 tersebut tidak bertahan lama dan Los Blancos kembali menambah keunggulannya.

Aksi Cristiano Ronaldo yang memanfaatkan umpan Toni Kroos sukses membuat kedudukan menjadi 3-1. Tendangan keras kaki kiri Ronaldo pada menit ke-78 tidak mampu dihalau Rico. Sepuluh menit jelang bubar, Kroos menambah pundi gol tuan rumah lewat sontekan manisnya mengubah skor menjadi 4-1. Kemenangan ini pun membuat Madrid berhasil menempel posisi Barcelona di posisi dua.

Las Palmas vs Barcelona : Neymar Hattrick

Hattrick Neymar bawa Barcelona bertahan di puncak klasemen
Hattrick Neymar bawa Barcelona bertahan di puncak klasemen

Di lain tempat, pemimpin klasemen saat ini, Barcelona sukses mempertahankan posisi mereka di puncak. Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil mengandaskan perlawanan tuan rumah Las Palmas dengan skor 4-1. Gol Luis Suarez dan hattrick Neymar sukses membuat Barca pulang mengantongi tiga poin dari Stadion Gran Canaria.

Neymar membuka keunggulan Blaugrana saat laga baru berjalan 25 menit. Menerima operan matang dari Suarez, Neymar langsung menyambar bola ke sudut yang tidak bisa dihalau kiper Las Palmas. Tidak mau kalah, Suarez pun juga turut mencatatkan namanya ke papan skor dua menit kemudian. Penyerang Uruguay tersebut mengirim bola loop dengan cantik ke gawang Las Palmas.

Memasuki menit ke-63, Las Palmas berhasil memperkecil ketinggalan mereka lewat gol yang dicetak Pedro Bigas. Namun kedudukan 2-1 tidak bertahan lama, sebab tidak sampai lima menit Neymar kembali menambah gol bagi tim tamu. Memanfaatkan umpan silang Ivan Rakitic, Neymar sukses mananduk bola sekaligus mengubah kedudukan menjadi 3-1 bagi Barcelona.

Lima menit berselang, Neymar berhasil mencatat hattrick dalam pertandingan kontra Las Palmas. Mengejar bola hasil umpan Jordi Alba, Neymar yang menang adu sprint dengan bek Las Palmas hanya perlu menyentuh bola sedikit untuk memperdaya kiper. Bola pun berubah arah dan dengan dramatis berhasil masuk ke gawang tuan rumah sekaligus mengunci kemenangan Blaugrana menjadi 4-1.

Roma Bantai Juventus di Olimpico

Juventus gagal memastikan gelar juara Serie A mereka musim ini usai kandas di tangan AS Roma dengan skor akhir 3-1. Dalam laga yang berlangsung dini hari tadi, Roma berhasil mencegah Bianconeri berpesta lebih awal atas gelar musim ini di hadapan para pendukung mereka di Stadion Olimpico.

Meski berhasil menang, Roma justru sempat tertinggal lebih dulu lewat Mario Lemina. Namun para punggawa Giallorossi segera bangkit dan alhasil sukses membalas dengan tiga gol masing-masing dari Daniele De Rossi, Stephan El Sharawy dan Radja Nainggolan. Berkat kemenangn ini, kini Roma sukses menyalip Napoli dari posisi kedua.

Bagi Juventus, kekalahan dini hari tadi sebenarnya bisa berarti sebuah peringatan untuk tidak lengah meskipun telah memimpin puncak klasemen. Sebab dengan dua pertandingan tersisa, banyak kemungkinan yang bisa terjadi jika Bianconeri lengah. Sebab Roma di posisi dua hanya memiliki selisih dua poin dari mereka.

Sempat Tertinggal Lebih Dulu

Roma Bantai Juventus di Olimpico
Gol Radja Nainggolan yang ‘mengunci’ kemenangan AS Romaa

Bermai di hadapan publik Olimpico, Roma langsung tampil menggebrak sejak babak pertama bergulir. Namun sayang, mereka justru harus tertinggal lebih dulu lewat gol Mario Lemina pada menit 21. Berawal dari umpan panjang Stefano Sturaro, Gonzalo Higuain meneruskan tersebut kepada Lemina yang akhirnnya menyelesaikannya dengan gol.

Keunggulan Bianconeri hanya bertahan tidak sampai lima menit. De Rossi berhasil menyamakan kedudukan empat menit kemudian usai mencocor bola hasil rebound yang ditepis Gianluigi Buffon. Semua berawal dari sundulan Antonio Rudiger yang meneruskan tendangan sepak pojok. Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Roma semakin gencar menyerang. Alhasil pada menit ke-56 mereka sukses membalikan keadaan lewat gol El Shaarawy. Berawal dari through-pass Nainggolan, Shaarawy melakukan penetrasi ke area pertahanan Juve untuk kemudian melancarkan tembakan ke arah tiang jauh yang dijaga Buffon setelah sebelumnya menyentuh anggota tubuh salah satu pemain Juventus.

Tidak sampai sepuluh menit, Roma menegaskan dominasi mereka atas Si Nyonya Tua lewat gol Radja Nainggolan di menit ke-65. Menerima assist Mohamed Salah, Nainggolan yang lolos dari jebakan offside melepas tembakan yang tak mampu dihadang Buffon menjadi gol. Skor 3-1 untuk kemenangan tuann rumah pun bertahan hingga peluit akhr dibunyikan.

Dua Rekor Baru Tercipta di Laga Roma vs Juve

Daniele De Rossi cetak gol dalam tiga laga terakhirnya secara beruntun
Daniele De Rossi cetak gol dalam tiga laga terakhirnya secara beruntun

Selain come back fantastis AS Roma, ada lagi yang membuat pertandingan di Olimpico menjadi spesial pada dini hari tadi. Hal tersebut adalah rekor gol dalam tiga laga beruntun yang disetak oleh Daniele De Rossi dan Penampilan ke 450 Gianluigi Buffon bersama Juventus di Serie A.

Rekor pribadi tersebut cukup spesial bagi De Rossi, pasalnya sang pemain bukanlah tipikal pemain yag bermain sebagai goal getter, melainkan sebagi gelandang bertahan sebagai penyeimbang tim. Raihan gol De Rossi diawali ketika Roma menyerah 1-3 dari Lazio, lalu ketika mereka menghabisi AC Milan 4-1 serta yang terakhir adalah dinihari tadi.

De Rossi mengaku bahwa performa impresif para punggawa Serigala Ibukota  tidak lepas dari peran para suporter mereka. “Fans bereaksi dengan baik. Saya tak ingin terlihat menyedihkan saat para fans datang ke setiap pertandingan. Ini adalah atmosfer terbaik sepanjang masa. Kami menang untuk mereka dan terima kasih kepada mereka, karena bermain di atmosfer ini memberi anda semangat yang berbeda,” ujar De Rossi.

Sementara itu dari kubu Juve, Buffon juga menambah koleksi caps nya bersama Il Bianconeri. Buffon mencatat penampilannya yang ke 450 di Serie A bersama Si Nyonya Tua. Sejauh ini secara keseluruhan Buffon total telah mengoleksi 618 caps di Serie A (168 Parma, 450 Juventus), terbanyak kedua setelah Paolo Maldini (647 AC Milan). Sementara itu Fransesco Totti tertinggal satu penampilan di bawah Buffon (617 Roma).

Gol Isco Kubur Mimpi Atletico Untuk ke Final

Real Madrid gagal mencatat kemenangan pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions. Meski begitu, Los Merengues tetap memastikan tempat mereka di final berkat keunggulan agregat 4-2. Isco Alarcon menjadi pahlawan El Real dengan gol nya yang membuat mental Atletico Madrid jatuh.

Berstatus sebagai tuan rumah, Atletico Madrid sebenarnya tampil cukup dominan dalam laga Derby Madrid kemarin. Bahkan dalam 15 menit pertama Los Rojblancos berhasil unggul 2-0 lebih dahulu. Hanya saja, sang rival sekota lebih beruntung berhasil mencetak gol tambahan yang membuat selisih skor agregat semakin melebar.

Sementara itu, bagi Real Madrid ini merupakan ke 15 kalinya mereka berhasil mencapai babak final kompetisi paling bergengsi di eropa tersebut. Dan jika berhasil, maka ini merupakan gelar Liga Champions ke 12 bagi tim yang berjuluk Los Blancos tersebut.

Atletico Mengejutkan di Babak Pertama

Saul Niguez buka keunggulan tuan rumah
Saul Niguez buka keunggulan tuan rumah

Bermain di hadapan para pendukungnya, Atletico tampil menggebrak sejak peluit babak pertama dibunyikan. Pertandingan berlangsung cukup panas dan bahkan Saul Niguez sukses membuka keunggulan saat laga berjalan 12 menit. Memanfaatkan sepak pojok Koke, sundulan Saul tak mampu dibendung Keylor Navas.

Memasuki menit ke-15, petaka kembali menimpa kubu Madrid. Atletico mendapat hadiah penalti usai Fernando Torres dijatuhkan Raphael Varane di kotak penalti. Antoine Griezmann yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Tuan rumah memimpin dengan skor 2-0.

Real Madrid berhasil memanfaatkan kelengahan tuan rumah pada menit 42. Berawal dari aksi brilian Karim Benzema yang sukses mengecoh tiga pemain Atletico, Benzema mengirim bola ke depan gawang. Jan Oblak masih bisa menggagalkan tembakan Toni Kroos, namun dengan sigap Isco langsung menyambarnya.

Kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Ini sekaligus membuat ageregat skor menjadi 4-2 bagi Real Madrid. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hanya harus menjaga hasil ini agar jangan sampai kembali kebobolan. Dan terbukti strategi mereka berhasil.

Kiper Keylor Navas tampil di sepanjang sisa laga dan juga sukses menggagalkan beberapa peluang matang yang didapat Griezmann dan kawan-kawan. Skor 2-1 pun bertahan hingga laga usai. Dan atas hasil akhir ini, Madrid pun memastikan diri lolos ke final untuk bertemu Juventus yang telah lebih dulu lolos.

Keajaiban Benzema Ubah Alur Pertandingan

Aksi ajaib Benzema yang engubah alur pertandingan
Aksi ajaib Benzema yang engubah alur pertandingan

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Vicente Calderon tersebut, Karim Benzema berhasil menunjukan permainan mengagumkan yang sekaligus membuat Madrid berhasil lolos. Performa Benzema tersebut pun mengundan banyak komentar positif, salah satunya dari rekan setimnya, Marcelo.

“Karim banyak membantu kami dengan magisnya dan kami amat bahagia bisa lolos. Kami sangat bahagia. Di atas lapangan ini, para fans amat penting. Saya berharap mereka terus mendukung kami, karena mereka akan membantu permainan kami.” ujar pemain belakang asal Brasil tersebut.

Ditanyakan perihal aksi ajaibnya melewati tiga pemain Atletico tersebut, Benzema pun memberikan komentarnya kepada media setempat:

“Saya sendirian dan kemudian ada tiga bek yang menghampiri saya. Kemudian saya mencoba melakukan gerakan tersebut dan berhasil. Saya tidak suka melakukan tandukan, jadi saya coba mengontrol bola dan mampu memberikan umpan,” tutur Benzema.

“Semua orang terlibat dalam keberhasilan ini, dan ini amat penting di tim besar. Inilah yang kami butuhkan, setiap pemain memberikan respon. Kami sudah melakukannya sejak awal musim dan terus seperti ini.” lanjut penyerang asal Perancis tersebut.

Madrid akan menghadapi Juventus di partai puncak yang akan dimainkan di Cardiff pada 24 Mei mendatang. Menanggapi hal tersebut, Benzema mengaku akan berjuang sekuat tenaga untuk menghadapi wakil Italia tersebut.

“Kami tahu seperti apa Juventus. Mereka tim hebat. Jika mereka masuk final, bukan karena mereka tak melakukan apapun. Mereka punya banyak pemain hebat. Namun kami akan coba menang di final nanti.” tambah pria berkepala plontos tersebut.

Juve Pastikan Tempat di Final UCL

Juventus memastikan diri sebagai tim pertama yang mencapai Final Liga Champions musim ini. Il Bianconeri mengklaim tempatnya di final usai menyudahi perlawanan AS Monaco dengan skor akhir 2-1 (agregat 4-1). Dua gol Si Nyonya Tua dicetak oleh Mario Mandzukic dan Dani Alves, sementara gol hiburan Monaco dicetak oleh Kylian Mbappe.

Skuad asuhan Massimiliano Allegri tampil dengan kepercayaan diri penuh pada dini hari tadi. Pasalnya selain bermain sebagai tuan rumah, Paulo Dybala dan kawan-kawan telah memiliki modal kemenangan 2-0 dalam leg pertama di kandang Monaco. Terbukti lewat dominasi tuan rumah yang sukses meredam permainan para punggawa Monaco.

Monaco memang tidak berhasil membalas kekalahan mereka di leg pertama dini hari tadi. Ini membuat mereka mengakui bahwa Juve memang lebih layak berada di final. Meski begitu, ada kejadian tidak mengenakan yang melibatkan salah satu pemain mereka yaitu Kalim Glik. Pemain yang merupakan hater sejati Juventus ini mewarnai pertandingan dengan sejumlah konflik.

Satu Gol dan Assist dari Alves

Ekspresi Dani Alves dan Mario Mandzukic merayakan gol pertama Juventus
Ekspresi Dani Alves dan Mario Mandzukic merayakan gol pertama Juventus

Berniat untuk mengejar ketinggalan mereka pada leg pertama, Monaco tampil menyerang sejak awa pertandingan. Akan tetapi rapatnya barisan pertahanan Juventus membuat serangan wakil Perancis tersebut belum bisa memecah kebuntuan. Juve mulai membalas serangan Monaco seiring serangan mereka yang mengendur usai 15 menit pertama.

Dari sekian banyak serangan yang dilepaskan Si Nyonya Tua, baru pada menit ke-33 Juventus berhasil membuat Juventus Stadium pecah. Menanduk bola hasil umpan Dani Alves, sundulan Mandzukic sempat dihalau kiper Monaco, Danijel Subasic. Akan tetapi dengan sigap Mandzukic berhasil menyambar bola tersebut dan kemudian memecah kebuntuan bagi tuan rumah.

Jelang babak pertama usai, Dani Alves sukses memperlebar keunggulan tuan rumah. Berawal dari tembakan Paulo Dybala, Subasic berhasil mementahkannya. Dani Alves yang berada dalam posisi bebas, secara reflek langsung menyambar bola tersebut. Kiper yang tidak siap tidak berhasil menghalau tembakan Alves untuk membuat kedudukan menjadi 2-0.

Berhasil mempertahankan keunggulannya, pertahanan Juventus akhirnya tembus juga. Adalah aksi Kylian Mbappe yang sukses membobol gawang Gianluigi Buffon usai menyambar umpan dari Joao Moutinho. Skor 2-1 pun berakhir hingga wasit meniup peluit panjang. Juventus pun lolos ke final dengan agregat skor 4-1.

Sepak Terjang Glik Sang Hater Juve

Gonzalo Higuain yang meringis usai diinjak oeh Kamil Glik
Gonzalo Higuain yang meringis usai diinjak oeh Kamil Glik

Tensi pertandingan yang cukup tinggi dalam babak semifinal memang sangat wajar. Apalagi dalam kompetisi sekelas Liga Champions, sudah bawaan alam sepertinya jika kedua tim tampil dengan sangat panas. Akan tetapi, hal tersebut terkadang ternoda dengan tingkah laku pemain yang terkadang berlebihan. Seperti dalam laga Juventus vs Monaco pada dini hari tadi.

Adalah perilaku bek Monaco, Kamil Glik yang menunjukan tindakan tidak terpujinya di sepanjang pertandingan. Beberapa kali sang pemain tertangkap kamera melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan. Seperti saat menginjak lutut Gonzalo Higuain misalnya, atau ketika menjatuhkan Mario Mandzukic dan kemudian menginjak sepatu dari Alex Sandro.

Kelakuan Glik memang tidak mengherankan, mengingat bek Polandia tersebut merupakan mantan kapten Torino yang notabene merupakan rival sekota Juventus. Dan ditambah lagi, Glik juga secara terbuka pernah menyatakan bahwa dirinya sangat membenci Juventus. Hal ini terlihat pada postingan media sosial Glik yang terlihat sebelum laga Juventus kontra Monaco.

Track record Glik selama dirinya bermain untuk Torino juga bisa dibilang cukup bikin meringis. Pria Polandia tersebut pernah melakukan pelanggaran yang sangat berbahaya terhadap Emanuele Giaccherini dalam laga Derbi Turin. Dan yang membuat publik tidak habis pikir, Glik dengan bangganya memposting foto ketika dirinya melakukan tekel tersebut.